Soal berdamai dengan diri sendiri

Saya akhirnya memberanikan diri untuk mengambil salah satu fasilitas kantor yang paling saya banggakan, sesi konseling gratis dengan psikolog (yang tentunya kredibel). Saya sudah tau kalau saya butuh sesi ini, tapi denialnya cukup tinggi, atau lebih tepatnya flight untuk menyelesaikan masalahnya jauh lebih tinggi, karena lebih aman dan mudah untuk clinging to the past and hope things will get back to the way it was, aite?

Jadi saya pun butuh waktu sebelum akhirnya menyadari kalau saya butuh ‘melepaskan simpul-simpul masalah’ yang ada kalau pakai bahasanya psikolog untuk bisa moving forward, karena hidup kan, harus jalan terus. Saya terus mengatakan pada diri sendiri kalau saya kehilangan banyak hal tahun ini. Yang paling signifikan sebenarnya mimpi, dan segala rencana yang dikejar tahun ini. Soal pendidikan tinggi, soal mengubah hidup jadi yang hidup yang lebih ada maknanya, dan juga soal menemukan orang yang bisa jadi tempat untuk pulang. Padahal sebenarnya Tuhan tidak Cuma mengambil apa yang jadi mimpi saya, tapi menggantikannya dengan yang (pada akhirnya saya tahu) saya butuh.

Tidak jadi kuliah ke Inggris seperti yang saya impikan tahun ini, jatuh cinta sekali lagi pada orang yang ibadahnya hari Minggu, menemukan fakta kalau rumah saya belum sepenuhnya bebas dari masalah keuangan itu sejujurnya sempat membuat saya mempertanyakan apakah Tuhan itu adil. Sementara teman-teman dekat saya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, menyelesaikan tesis, atau mengerjakan hal-hal besar lainnya, saya sibuk membereskan urusan patah hati yang ujung pangkalnya sama dengan yang 7 tahun lalu. Marah sama Tuhan itu nggak logis, saya juga tahu, namun kadang akan ada titik dimana saya nggak nemu aja alasan kenapa hidup kok, gini banget.

Sesi hari ini sukses bikin saya sadar kalau saya memang kurang bersyukur.

Sekeras-kerasanya hidup akhir-akhir ini, semuanya sudah jauh lebih baik dari let say, tahun lalu. Saya nggak seharusnya membandingkan hidup saya dengan hidup teman saya yang baru menikah, atau yang akan menikah akhir bulan ini, atau yang sedang sibuk tesis di belahan dunia yang lain (disclaimer: saya juga kalau disuruh nikah tahun ini takutnya setengah mati, jadi nggak, saya nggak iri). Saya sadar kalau saya harusnya membandingkan hidup saya sekarang, dengan hidup saya beberapa waktu yang lalu. Dilihat dari segi mana pun, semuanya lebih baik. 

As much as 2015 failed me, this is surprisingly a year I travelled the most. For a girl who didn’t get the luxury to go places, finally able to afford those trips feels incredibly satisfying. I opened this year with a diving trip to Lampung, went to Bangkok with a best friend from high school, camped in one of Jakarta's island, an assignment to Singapore with a 3-days trip with former office mate/everyday friend, random trip to Bromo to replace the failed rainy trip 2 years ago and I can't help myself to be proud as I worked my ass off to pay those trips.

This is also the second year of working in this industry, and I fell in love even more with HR, specifically people development. It causes me a genuine happy feeling once a program helps others learn and grow. It is very satisfying to know that you're a tiny part of someone's transformation to a better form of themselves. Also, I am blessed beyond measure to have my teammates to support me in a daily basis. So for now, pursuing a career in this stream is obviously the most logical thing instead of catching the dream to be a psychologist. As simple as it seems, it's satisfying to be able to go places, pay the tv cable and your sister's tuition fee and so on. It's seriously made me happy. 

And yes, this is the year I finally decide to let myself to fall in love and that’s, that. All in all, today's session taught me that I have to be grateful for the way things were and the way things are. 



So i gotta chin up and smile, as it will ease the pain and turn the days to as beautiful as it supposed to be.

Comments

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Tulisan yang sangat inspiratif. :D
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts