To be grateful


"Kalau hidup bilang alhamdulillah terus, enak kali ya ca?"
"banget Ney."
"Tapi suka lupa ya, kadang-kadang susah."
-Neysa Oktanina, di kunjungan kami ke Sekolah luar biasa khusus tunaganda, Lawinara.

Saya dan teman-teman diharuskan untuk observasi ke SLB untuk mata kuliah yang judulnya Psikologi Pendidikan Anak Luar Biasa. Jadi waktu itu kami kesana untuk bisa lihat, mengamati dan merasakan sendiri bagaimana proses pendidikan untuk anak yang memiliki keterbatasan khusus ini. Kuliahnya sendiri sih seminggu sekali, cuma satu jam empat puluh menit tapi ternyata punya efek lumayan besar buat saya. Saya jadi ngerasa diingetin kalau diluar sana ada banyak orang yang jauh kurang dibanding saya, tapi masih punya semangat luar biasa. Kunjungan singkat ke Rawinala ngenalin saya sama anak-anak luar biasa secara lebih dekat.


Iya, mereka anak-anak luar biasa. Anak yang lucu, cantik tapi nggak bisa melihat dan autis. Anak-anak yang bahkan terlihat seperti laki-laki padahal namanya Balqis, karena ia tunaganda; penglihatan dan juga mental retardasi. Selama beberapa menit saya jadi takut punya anak. Takut aja. Takut kalau nanti nggak sesuai sama yang saya impi-impikan, takt nggak bisa sesabar guru-guru disana dan ya tadi, takut aja.

Saya kadang kepikiran gimana keadaan mereka, keadaan orang tua mereka, keadaan keluarga mereka, gimana caranya nerima keadaan yang pahit, nggak menyenangkan dan cenderung permanen itu? Saya jadi malu sendiri lihat mereka yang udah hampir nggak punya pilihan untuk memperbaiki keadaan aja masih semangat untuk hidup. Saya?

Saya nggak bilang hidup saya smooth tanpa masalah. Saya juga nggak bilang saya udah bisa bersyukur terus-terusan. Tapi kayak tadi kalimat sederhana punya Neysa, "Kalau hidup bilang alhamdulillah terus, enak kali ya ca?" Saya jadi mau coba. Coba lihat sesuatu dari sisi lainnya, sisi yang bisa disyukuri dan kalau belum nemu ya dicoba terus.

Bulan Maret udah berjalan 10 hari, dengan segala kesibukkan tugas yang nggak ada abisnya, saya hampir nggak pernah bisa tidur kurang dari tengah malam. Belum lagi kuis mingguan, tugas observasi, rapat psyfest, rapat&tugas RTC, kadang-kadang rasanya berat, capek, pengen tidur aja di rumah. Tapi........saya nyimpen sedikit semangat untuk semua yang udah saya pilih sebelumnya. Saya juga harus banyak bersyukur karena semuanya alhamdulillah bisa dikerjain dan saya juga masih punya kesempatan untuk nyeimbangin hidup dengan senang-senang sama teman&keluarga.

With every single busy day, i still think it's the best month in 2011 so far. And oh well, remember.........................

Keep calm & take a rest, dear
Clarissa Rizky

Comments

  1. kadang harus 'ditampar' dulu ya ca untuk mensyukuri apa yang udah kita dapet sekarang :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts