"Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa harus nunggu tua?"

- Billy Boen

Sabtu kemarin saya hadir di Monthly Meeting pertama untuk Young on Top Campus Ambassador periode 2011-2012. Belum pernah dengar tentang Young on Top? Young on Top itu berawal dari buku yang ditulis oleh Billy Boen, yang di usianya ya ke-30 sudah pernah dipercaya untuk mengawasi 3 perusahaan dibawah MRA group; Hardrock Cafe Jakarta, Bali & Haagen-Dazs, sekarang menjadi pemilik Jakarta International Management, Rollingstone cafe, mengurus program radio Young on Top di KIS FM serta penulis buku bestseller Young on Top (#1), Top words (#2). Dari bukunya yang berisi tentang 30 value untuk sukses di usia muda itu lah, program mentorship Young on Top Campus Ambassador itu terbentuk. Billy Boen bersama beberapa rekannya yang telah terjun di dunia kerja membuat program mentorship secara gratis untuk mahasiswa s1 yang ingin mengembangkan dirinya untuk menjadi lebih baik, serta menyebarkanvalue yang ia miliki ke orang lain.

Nah, saya kebetulan salah satu mahasiswa s1 yang apply dan alhamdulillah diterima jadi Campus Ambassador (CA) dari Universitas Indonesia insya Allah setahun ke depan. Tahun lalu ada 49 yang diterima, dikeluarkan 19 orang dan 3 orang yang mengundurkan diri. Tahun ini, ada 68 CA yang diterima, dan ada 13 CA dari batch #1 yang stay. Jadi, akan ada 81 #YOT CA yang tersebar di beberapa Universitas di Indonesia. Doa saya semoga, saya jadi salah satu yang duduk di hari evaluasi Juni 2012 nanti, sudah jadi orang yang jauh lebih baik, jauh lebih bisa menginspirasi, tidak pintar sendiri tapi bisa berbagi, dan yang pasti siap untuk jadi orang yang sukses di usia muda.

Banyak teman saya yang tanya, sebenarnya apa sih kegiatannya YOT CA? Nah, kegiatannya itu ada Monthly Meeting yang membahas tentang softskill-softskill yang dibutuhkan untuk sukses, maupun kesehatan dsb melalui diskusi dengan CA lain, mentor, dan mistery guest yang biasanya expert di bidang yang sedang dibahas. Tahun lalu Andy F Noya dan Deddy Corbuzier adalah salah satu dari mereka. Mentor yang terlibat di YOT CA ini tidak ada yang dibayar, mereka : Ryan Henry Jauwena (CEVA Logistik), Ricky Setiawan (DDI HR, Penulis buku Postcard from heaven), Taufan Akbari (Dosen LSPR), Yonathan Bakti (BMW Indonesia), Dhemy Larasati (Kapanlagi.com). Tugas lain adalah menulis artikel inspirasional untuk website Young on Top, jadi host di twitter @YoungOnTop, membaca dan membuat review buku yang diberikan, dan membuat event-event yang terkait dengan 3 divisi di YOT CA, Catalys, Greeneration & Energy.

Saya pribadi merasa luar biasa diberkahi karena bisa duduk di ruangan itu. Dikelilingi anak-anak seusia saya yang punya mata berbinar-binar ketika ditanya arti sukses buat dia itu sedikit menenangkan hati saya kalau ternyata yang punya obsesi untuk sukses di masa depan itu bukan cuma saya. Sebelumnya saya agak curiga jangan-jangan saya punya gangguan :p Keinginan mereka untuk belajar banyak dari wadah ini sangat terlihat. Hari itu saya sukses dibuat tenggelam dengan rasa kagum yang hampir nggak ada habisnya dengan mereka. Iya, teman-teman CA dan (terutama) senior-senior YOT CA batch 1.

Mereka bukan cuma udah punya keinginan kuat untuk belajar, aktif dimana-mana, tapi juga berprestasi di kampusnya masing-masing. Beberapa dari mereka bahkan mendefinisikan sukses sebagai keseimbangan, antara pekerjaan, agama, keluarga, pertemanan, percintaan, dan tentunya pendidikan. Saya seriiiiiiiing banget dengar teman-teman yang bilang kalau "IP bagus nggak guna kalau nggak punya softskill kayak leadership dan lain sebagainya." Mereka senang sekali menggunakan quote "Good grades only leads you to an interview, while leadership will lead you to your biggest dream." Sebagian dari mereka memang ingin memotivasi, tapi sebagian (menurut sudut pandang saya, maaf kalau jadi offensive) sebenarnya cari-cari excuse untuk memaafkan dirinya sendiri yang terlibat di banyak kegiatan kampus dan kehilangan IP diatas 3,0. Sayang ya? Padahal teman-teman saya itu tidak ada yang bodoh. Saya yakin mereka punya potensi untuk dapat nilai diatas itu, tapi balik lagi ke pribadi masing-masing kan. Saya sih selalu menghormati prioritas menurut sudut pandang orang lain.

Yang saya mau ceritain adalah disini saya ketemu orang-orang yang berusaha untuk sukses tidak cuma di bidang akademis, tapi juga mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja. Mas Billy Boen itu sendiri menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Utah State University, USA dengan predikat cum laude di usia 22 tahun. YOT CA tahun lalu, David Sihombing baru menyelesaikan pendidikannya di Teknik Sipil UI, sempat jadi Mapres & founder + Presiden dari Garuda Youth Community. Iman Usman, mahasiswa Hubungan Internasional UI yang seangkatan dengan saya, founder & Presiden Indonesian Future Leaders, duta muda Asean dan pernah jadi narasumber di Kick Andy serta segala macam pencapaian mereka di luar negeri. Citra Natasya, kakak kelas saya di SMAN 6 yang 'tidak sengaja' memperkenalkan saya ke dunia Young on Top, sekarang aktif sebagai Program Director Indonesian Youth Conference, Penari dan pengajar tari di CIOFF, Model di CosmoGirl, GoGirl dsb, lulus di YOT CA batch 1 dengan nilai terbaik, diangkat jadi Mentor YOT batch 2 dan akan segera menyelesaikan pendidikannya di jurusan Hubungan Internasional UPH. Ditambah dengan deretan nama yang kalau saya sebutkan satu-satu dengan prestasinya nggak akan muat dalam 1 post.

Kagum? Sama. Saya juga. Saya sempat merasa kecil, rasanya saya belum ngapa-ngapain. Yang mereka capai itu bukan cuma sekedar pencapaian macam IP cum laude yang saya punya. Mereka udah melewati atau malah nggak pernah ngalamin fase mencapai prestasi untuk diri sendiri, dan sekarang orientasinya untuk berbagi. Komunitas, pergerakan atau konferensi yang mereka buat untuk pemuda Indonesia tujuannya 1 : menjadikan Indonesia lebih baik, dengan cara, pendekatan, dan yang pasti passion mereka masing-masing. Wawasan dan pikiran saya terbuka kalau ternyata di usia saya udah banyak banget hal yang bisa dilakukan untuk negeri ini. Selama ini pandangan saya segitu sempitnya untuk mikir kalau membangun Indonesia baru bisa dilakukan nanti, kalau saya udah jadi 'orang'. Yah, intinya mereka sukses buka pikiran saya.

Kekaguman sama mereka mengantarkan saya ke rasa minder yang manusiawi. Bahkan saya sampai sekarang belum mengirimkan short bio, foto dan achievement untuk website YOT karena merasa tidak punya achievement. Alhamdulillah, Allah luar biasa baik karena berhasil menenangkan hati saya waktu MM kemarin--memberikan kesempatan untuk kenal dan bertemu in person dengan mereka yang saya kagumi, yang berulang kali mengatakan kalau tidak ada alasan untuk minder. Iman Usman sedang roadshow Parlemen muda ke Yogyakarta, David Sihombing ternyata ramah dan menyenangkan sekali, Kak Citra berulang kali mengeluarkan tatapan Kakak Saman yang saya kenal waktu SMA ketika dia geram waktu saya bilang saya minder. Mas Billy bahkan sudah menekankan di awal kalau sehebat apapun nama-nama tersebut, posisi kita di Young on Top CA itu sama.
Sama-sama belajar, berbagi dan menginspirasi.
Ini adalah teman-teman YOT CA 2011-2012 yang tidak kalah membuat saya berdecak kagum. Mereka banyak sudah aktif di berbagai organisasi, tapi tidak sombong. Yang bilang YOT itu tempat belajar untuk berkembang bukan cuma yang sudah sebesar David, Kak Citra atau Mas Billy, tapi teman seangkatan yang baru masuk bareng saya. Hampir semua bilang kalau disini mau belajar, berbagi, networking, dan tentunya menginspirasi. Sesuai dengan visi Young on Top, "to create a strong generation for Indonesia" harapan saya adalah bisa jadi setidaknya orang yang lebih berguna buat sekitar saya. Iya, kedengarannya kayak jawaban ulangan PPKn anak SD. But they say words are different when you mean it. Aite?

Tulisan panjang ini cuma mengawali banyak cerita dari pelajaran yang saya dapat hari Sabtu itu. Semoga saya bisa belajar lebih banyak, supaya bisa berbagi lebih banyak lagi.

Like the mentor said,
See you on top!
Clarissa Rizky

Comments

Popular Posts