May Allah SWT help you when life gets rough. May He lift you when you've had enough

- @IslamicThinking

Halo,

Terima kasih banyak ya—buat semua tanggapan positifnya dari post terakhir. Saya bangun udah dengan senyum lebar kok, alhamdulillah. Ramadhan sudah hampir berakhir, seperti sebelum-sebelumnya saya juga punya rasa menyesal kenapa nggak manfaatin secara maksimal. Ngajinya jarang, tarawih bisa dihitung pakai jari dan sedihnya lagi harus ngalamin periode 'dapet' selama dua kali, yang membuat puasa saya nggak bisa lebih dari 20 hari. Tapi apapun, seperti hampir seluruh umat muslim di dunia, ini adalah bulan favorit kami. Bulan seribu bulan dimana hampir semua doa didengar—seperti doa punya kamera baru, atau doa sksnya nambah karena sayang jatah 24 yang baru kepake 15—yang alhamdulillah sudah dikabulkan Allah. Semuanya buat saya, berkah ramadhan.

Selain semua pahala dilipat gandakan, saya punya dua hal lagi yang jadi favorit di bulan ramadhan; ngabuburit dan buka puasa bersama orang-orang terdekat. Kebahagiaan itu selalu terasa dua kali lipat ketika kita nggak sendirian kan? Ngabisin waktu bareng sahabat, teman dan yang paling penting keluarga di bulan suci ini luar biasa membahagiakan buat saya. Baik itu buka puasa lalu tarawih bareng, atau sekedar membunuh waktu yang sayangnya lebih sering dipakai rapat, sekedar duduk santai sambil ngobrol yang sangat diusahakan tidak jadi gosip dan yang paling sering, nonton.

Pergi ke 21 untuk menikmati film selama 2 jam, melupakan handphone, kewajiban dan 'kehidupan' saya untuk tenggelam dalam cerita yang disajikan itu salah satu hal sederhana yang bisa bikin saya senang. Seperti orang lain yang punya pacar, dulu saya selalu nonton film yang baru keluar—tapi beberapa tahun terakhir saya cukup jarang pergi nonton. Hanya untuk beberapa film yang benar-benar saya suka, atau yang secara tidak sengaja ditonton karena ada ajakan dari teman dan keluarga. Sedih ya kedengarannya, haha tapi tahun ini saya udah mulai belajar pergi sendiri. Maksudnya nonton, sendiri. Aneh deh rasanya, tapi saya senang. Nggak kapok rasanya saya mau-mau aja nonton sendiri lagi, secepatnya.


Film yang saya tonton sendiri itu Transformers 3: The darkside of the moon, yang mengingatkan saya betapa saya suka Megan Fox tapi tetap bisa kok menerima si cewek baru yang super cantik dan sexy ini. Bahkan film ini aja ngajarin kalau cinta itu, berganti. Lalu saya jadi ingat betapa mudah saya dipermainkan oleh plot si penulis, yang walapun mudah terbaca tapi sanggup membuat jantung saya tersentak ketika roket autobots ditembak. Saya juga ingat betapa saya menikmati sejarah, dan sentuhan humor yang manis diantaranya. Terakhir, bagian favorit saya adalah dimana saya selalu dapat pelajaran seorang Optimus Prime. "You may lose your faith in us, but never in yourselves." adalah quotes terfavorit hampir semua orang. Sederhana tapi nyata.

Oh ya, tentunya saya ingat kalau senggak mau-nggak maunya saya punya suami tentara, kalau yang kayak gini sih saya nggak mungkin nolak :p

Film lain yang saya tonton (tapi alhamdulillah sama Gian), itu Kungfu Panda 2. Udah lama ditunggu, perut saya lumayan terkocok saking lucunya Po dan teman-teman. Seperti kata Diana Rikasari, keseluruhan nilai yang bisa didapat dari film ini mungkin lebih banyak dibanding (beberapa) ceramah yang ada di televisi. Ringan, tidak menggurui—tapi cukup lekat di hati. "Your story may not have such a happy beginning, but that doesn't make you who you are. It is the rest of your story, who you choose to be" jadi pilihan saya diantara quotes-quotes yang juga inspiratif. Saya jadi ingat, kalau seburuk apapun awal dari cerita saya, akhirnya tergantung pada diri saya lagi mau dijadikan seperti apa. Mudah-mudahan, saya juga bisa punya happy ending kayak Po.


Nah, yang ini favorit saya. Di bawah lindungan Ka'bah.
Adalah sebuah rutinitas untuk nonton film religius bareng mama & adik saya. Ayah jarang banget mau ikut karena takut ketiduran, dia bukan penggemar nonton seperti tiga perempuannya. Jadi hari ini kami bertiga sukses bolak balik hapus air mata gara-gara akhir film yang sepertiga awalnya lumayan bikin saya bosan. Junot dan Bella sukses buat saya percaya kalau ada konsep cinta yang melibatkan Allah sebegitu dalam. Kualitas acting Jenny Rachman, Didi Petet & Widyawati pun membuat saya semakin percaya sama semua cerita yang diadaptasi dari novel K.H Buya Hamka ini. Walaupun ada adegan-adegan yang garing & iklan yang terlalu dipaksakan tapi saya suka keseluruhannya.

Hubungan Hamid dan Ibunya sukses membuat air mata saya berderai. Pesan yang diberikan benar-benar sampai, kalau sebenarnya kita nggak pernah sendirian. Percakapan demi percakapan diurai ibu Hamid dengan kata yang sebenarnya intinya sama; Allah akan selalu menemani walaupun kita merasa luar biasa sendiri.

"Ketika kamu nggak punya siapa-siapa selain Allah, ingat kalau sebenarnya Allah itu lebih dari cukup."

Air mata saya nggak sanggup ditahan setelah dengar kalimat ini. Iya ya, Allah itu sudah lebih dari cukup. Post saya yang dibawah ini bahkan langsung dijawab bukan hanya oleh temen-temen yang kebetulan baca, tapi oleh Allah lewat film ini. Kalau sebenarnya kangen itu manusiawi, tapi saya nggak pernah sendirian. Kalau selalu ada Allah yang nemenin saya, kalau kata Hamid saya cuma butuh keyakinan sama cinta untuk tetap berjalan di tengah badai. Kalau sebenarnya sebesar-besarnya cinta dua umat manusia, akan jauh lebih indah ketika mereka lebih mencitai Allah dibanding satu sama lain. "Dunia ini terlalu sempit untuk cinta kita..." Saya bahkan nggak pernah kepikiran hal itu. Kalau ada cinta yang begitu besar, sampai dunia aja nggak muat untuk menampungnya. Ternyata cinta itu cuma cinta untuk Allah, yang begitu indah sampai saya nggak keberatan sama sekali dengan endingnya yang tidak seperti film pada umumnya. Lagi dan lagi buat saya, kesempatan buat belajar dari film ini—berkah Ramadhan.

P.s : Mohon maaf lahir batin ya, semoga semua amal ibadah kita diterima Allah SWT. Karena Ia selalu ada, dan kita nggak pernah sendirian—jadi insya Allah nggak akan ada satu pun amal yang terlewat.

Selamat puasa hari terakhir, manfaatkan yuk!
Clarissa Rizky

Comments

Popular Posts