To hear what you feel is my daily meal
- Ditemukan di tumblr teman baik saya, yang ternyata berasal dari kaos seorang senior
It's a hello anyway!
It's a hello anyway!
Masih libur? Saya masih. Dua minggu lagi berakhir, tapi masih lumayan cukup untuk memanjakan otak yang akan disuruh kerja rodi 4 bulan ke depan. Hari ini saya pengen cerita tentang salah satu suka (atau kadang-kadang duka) jadi mahasiswa psikologi. Yah, selain tugasnya luar biasa banyak, sering ujian essay analisis kasus berfolio-folio, mayoritas anak-anaknya cewek dan sangaaat minim laki-laki tulen di jarak pandang 20 meter, suka dikira tukang ramal (disuruh baca pikiran lah, ngebaca kepribadian orang yang bahkan kita nggak pernah ketemu&lain-lain), tapi yang paling sering, jadi tempat curhat orang-orang. Sebenarnya buat saya sih itu menyenangkan.
Makin banyak dengar cerita/keluh-kesah/sukses/masalah/galau/labilnya orang lain itu somehow bikin saya belajar untuk makin dewasa. Belajar untuk bisa ngasih solusi dan juga refleksi buat diri saya untuk nggak ngelakuin hal-hal yang mereka sesali. Satu lagi yang astagfirullah kadang-kadang suka susah dilakuin, saya harus belajar untuk nyimpan rahasia orang ini. Biasalah perempuan, gosip itu mudah memancing dan terpancing.
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu teman saya nanya, soal mimpi. Bukan mimpi yang sering saya sebut-sebut soal masa depan, tapi mimpi yang ada kalau kita lagi tidur. Mimpi yang kadang orang sebut sebagai bunga tidur atau adegan-adegan seliwat yang kadang kita nggak ingat ketika bangun pagi. Dia nanyain kira-kira kenapa ya dia bisa mimpi tentang teman cowok yang sama sekali nggak dekat sama dia, tapi di mimpi itu bisa kayak dekat banget.
Saya sempat berdeham sebentar waktu baca bbmnya, bingung. Saya pernah belajar tentang konsep tidur bangun dan sedikit tentang mimpi di Psikologi Faal, yang sukses saya lewati dengan nilai akhir 90. Shame on me, ketika ditanya tentang aplikasinya saya malah sedikit bingung. Saya sih come clean bilang kalau saya belum belajar banyak soal mimpi, tapi toh saya coba jelasin apa yang saya tau. Soal tahapan tidur-REM Sleep-dan sebagainya. Kapan kira-kira kita bisa bermimpi, penjelasan sederhana lah. Cuma beberapa kemungkinan-kemungkinan yang menurut saya possible.
Sampai rumah saya langsung buka buku Psikologi Umum II dan baca tentang mimpi. Penasaran sendiri. Seperti biasa, untuk sebuah term seperti 'mimpi' pasti ada beberapa teori. Teori pertama datang dari Freud yang bilang kalau mimpi itu sebuah pemenuhan keinginan—representasi ketertarikan, konflik dan kejadian dalam bentuk simbol. Tapi ya namanya juga jaman berkembang, ada teori-teori baru lagi yang ngejelasin tentang mimpi. Teori Activation-synthesis hypothesis bilang kalau mimpi itu produk dari aktivasi sinyal random pada otak. Penjelasannya panjang, jujur aja saya males (atau nggak bisa?) nerjemahin. Intinya, mimpi itu jenis pemikiran lain yang muncul ketika orang lagi tidur. Seringkali mimpi itu nggak realistis padahal itu munculnya ya dari memori dan pengalaman di masa yang udah lewat. Kalau kamu kayak saya, yang pernah mimpi sesuatu yang perasaan sih belum pernah saya alami/temui itu munculnya dari alam bawah sadar kamu. Imajinasi sederhana.
Menurut penelitian, orang lebih banyak mimpi tentang apa yang dia udah pernah alami (terutama yang baru dialami) daripada tentang hal-hal random. Kalau ditanya apa yang mempengaruhi mimpi kita itu ternyata banyak, bisa karena hormon, perbedaan gender, kultur atau sesederhana kejadian apa yang kita lewati hari itu. Satu lagi, yang bikin saya senyum-senyum sendiri; kalau kita mimpi tentang seseorang, itu bisa terjadi karena orang itu punya ikatan emosi yang kuat sama kita. Kalau memori tentang orang ini punya emosi yang dalam buat kita, ya makin mungkin juga dia muncul di mimpi kita.
Ini saya nemuin penjelasan kenapa kita sering lupa tentang mimpi ketika udah bangun. Silakan baca kalau tertarik. Ulasan sangat singkat tentang mimpi itu saya dapat dari buku Psychology-nya Ciccarelli & beberapa site setelah googling. Adalah hal yang baru buat saya nulis yang berhubungan dengan psikologi secara sok ilmiah kayak gini. Tapi ternyata cukup menyenangkan, setidaknya buat saya. Pasti masih banyak yang kurang, misalnya kurang tepat atau kurang jelas. Namanya juga belajar, boleh lho di koreksi.
Tidur itu luar biasa penting; untuk konservasi energi&fungsi restoratif&memperkuat memori.
Jadi, manfaatin deh waktu-waktu libur kayak sekarang.
Selamat tidur dan selamat mimpi,
Clarissa Rizky
Makin banyak dengar cerita/keluh-kesah/sukses/masalah/galau/labilnya orang lain itu somehow bikin saya belajar untuk makin dewasa. Belajar untuk bisa ngasih solusi dan juga refleksi buat diri saya untuk nggak ngelakuin hal-hal yang mereka sesali. Satu lagi yang astagfirullah kadang-kadang suka susah dilakuin, saya harus belajar untuk nyimpan rahasia orang ini. Biasalah perempuan, gosip itu mudah memancing dan terpancing.
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu teman saya nanya, soal mimpi. Bukan mimpi yang sering saya sebut-sebut soal masa depan, tapi mimpi yang ada kalau kita lagi tidur. Mimpi yang kadang orang sebut sebagai bunga tidur atau adegan-adegan seliwat yang kadang kita nggak ingat ketika bangun pagi. Dia nanyain kira-kira kenapa ya dia bisa mimpi tentang teman cowok yang sama sekali nggak dekat sama dia, tapi di mimpi itu bisa kayak dekat banget.
Saya sempat berdeham sebentar waktu baca bbmnya, bingung. Saya pernah belajar tentang konsep tidur bangun dan sedikit tentang mimpi di Psikologi Faal, yang sukses saya lewati dengan nilai akhir 90. Shame on me, ketika ditanya tentang aplikasinya saya malah sedikit bingung. Saya sih come clean bilang kalau saya belum belajar banyak soal mimpi, tapi toh saya coba jelasin apa yang saya tau. Soal tahapan tidur-REM Sleep-dan sebagainya. Kapan kira-kira kita bisa bermimpi, penjelasan sederhana lah. Cuma beberapa kemungkinan-kemungkinan yang menurut saya possible.
Sampai rumah saya langsung buka buku Psikologi Umum II dan baca tentang mimpi. Penasaran sendiri. Seperti biasa, untuk sebuah term seperti 'mimpi' pasti ada beberapa teori. Teori pertama datang dari Freud yang bilang kalau mimpi itu sebuah pemenuhan keinginan—representasi ketertarikan, konflik dan kejadian dalam bentuk simbol. Tapi ya namanya juga jaman berkembang, ada teori-teori baru lagi yang ngejelasin tentang mimpi. Teori Activation-synthesis hypothesis bilang kalau mimpi itu produk dari aktivasi sinyal random pada otak. Penjelasannya panjang, jujur aja saya males (atau nggak bisa?) nerjemahin. Intinya, mimpi itu jenis pemikiran lain yang muncul ketika orang lagi tidur. Seringkali mimpi itu nggak realistis padahal itu munculnya ya dari memori dan pengalaman di masa yang udah lewat. Kalau kamu kayak saya, yang pernah mimpi sesuatu yang perasaan sih belum pernah saya alami/temui itu munculnya dari alam bawah sadar kamu. Imajinasi sederhana.
Menurut penelitian, orang lebih banyak mimpi tentang apa yang dia udah pernah alami (terutama yang baru dialami) daripada tentang hal-hal random. Kalau ditanya apa yang mempengaruhi mimpi kita itu ternyata banyak, bisa karena hormon, perbedaan gender, kultur atau sesederhana kejadian apa yang kita lewati hari itu. Satu lagi, yang bikin saya senyum-senyum sendiri; kalau kita mimpi tentang seseorang, itu bisa terjadi karena orang itu punya ikatan emosi yang kuat sama kita. Kalau memori tentang orang ini punya emosi yang dalam buat kita, ya makin mungkin juga dia muncul di mimpi kita.
Ini saya nemuin penjelasan kenapa kita sering lupa tentang mimpi ketika udah bangun. Silakan baca kalau tertarik. Ulasan sangat singkat tentang mimpi itu saya dapat dari buku Psychology-nya Ciccarelli & beberapa site setelah googling. Adalah hal yang baru buat saya nulis yang berhubungan dengan psikologi secara sok ilmiah kayak gini. Tapi ternyata cukup menyenangkan, setidaknya buat saya. Pasti masih banyak yang kurang, misalnya kurang tepat atau kurang jelas. Namanya juga belajar, boleh lho di koreksi.
Tidur itu luar biasa penting; untuk konservasi energi&fungsi restoratif&memperkuat memori.Jadi, manfaatin deh waktu-waktu libur kayak sekarang.
Selamat tidur dan selamat mimpi,
Clarissa Rizky

Comments
Post a Comment